SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
MAKALAH SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN

DISUSUN
OLEH :
NAMA : SIGIT HARJO YUDANTO
NIM : 18103041029
PRODI
: INFORMATIKA(A1)
TEKNIK
INFORMATIKA
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
WAHID HASYIM SEMARANG
Kata Pengantar
Alhamdullilah, puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberi rahmat, karunia, serta kasih sayang terbesar-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Makalah Sistem Pendukung
Keputusan”. Makalah ini disusun bertujuan untuk memenuhi tugas mata
kuliah Sistem
Pendukung Keputusan. Selain itu sebagai upaya untuk
meningkatkan kemampuan dan memotivasi mahasiswa dalam menyusun karya tulis.
Penulis
menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan keterbatasan dalam
penyusunan makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik
dari pembaca sekalian demi memperbaiki makalah ini dalam penulisan lain
di kemudian hari. Dan semoga makalah ini dapat mendatangkan manfaat bagi
kita semua.
Sekian dan terimakasih.
BAB I
PENDAHULUAN
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah
sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun
kemampuan pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan
tak terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan
dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur.
Menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi
keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang
tidak biasa.
System pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data,
menganalisa dan membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan
yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh terhadap
computer, basis data atau manusia penggunanya
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM)
Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) adalah bagian dari sistem informasi
berbasis Komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan atau manajemen
pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang
mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi
terstruktur yang spesifik.
Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis adhoc data, pemodelan keputusan, berorientasi keputusan,
orientasi perencanaan masa depan yang digunakan pada saat-saat yang tidak
biasa. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) juga merupakan penggabungan
sumber-sumber kecerdasan individu dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki
kualitas keputusan dan menjadi sistem informasi berbasis komputer untuk
manajemen pengambilan keputusan yang menangani masalah-masalah semi struktur.
Dengan
pengertian diatas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) bukan merupakan alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan
sistem yang membantu pengambil keputusan untuk melengkapi informasi dari data
yang telah diolah secara relevan dan diperlukan untuk membuat keputusan
tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem
ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan pengambilan keputusan dalam proses
pembuatan keputusan.
Menurut Dadan Umar
Daihani (2001:54), konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali
diungkapkan pada awal tahun 1970-an oleh Michael S.Scott Morton yang
menjelaskan bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang berbasis
computer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan
data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak
terstruktur.
Selain
itu Efraim Turban mengemukakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan merupakan
sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial
dalam situasi keputusan semiterstruktur.
Sistem
Pendukung Keputusan merupakan suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan
dalam proses pengambilan keputusan melalui alternatif–alternatif yang diperoleh
dari hasil pengolahan data, informasi dan rancangan model.Dari pengertian
sistem pendukung keputusan maka dapat ditentukan karakteristik antara lain :
1. Mendukung
proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management by
perception.
2. Adanya
interface manusia / mesin dimana manusia (user) tetap memegang control
proses pengambilan keputusan.
3. Mendukung
pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi
terstruktur dan tak struktur.
4. Memiliki
kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
5. Memiliki
subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat
berfungsi sebagai kesatuan item.
6. Membutuhkan
struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh
tingkatan manajemen
Dalam
sistem pendukung keputusan terdapat tiga keputusan tingkatan perangkat keras
maupun lunak. Masing – masing tingkatan berdasarkan tingkatan kemampuan
berdasarkan perbedaan tingkat teknik, lingkungan dan tugas yang akan
dikerjakan. Ketiga tingkatan tersebut adalah :
a. Sistem
Pendukung Keputusan (Specific DSS)
b. Pembangkit Sistem
Pendukung Keputusan (DSS Generator)
c. Peralatan
Sistem Pendukung Keputusan
B. Fungsi Sistem Pendukung Keputusan
(SPK)
Secara
global dapat dikatakan bahwa fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
adalah untuk meningkatkan kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan
alternatif-alternatif keputusan yang lebih banyak atau lebih baik,
sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan keadaan yang dihadapi. Dengan demikian Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi dapatlah
dikatakan secara singkat bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah untuk
meningkatkan efektivitas (do the right things) dan efesiensi (do the things
right) dalam pengambilan keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu
Sistem Penunjang Keputusan (SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari
pengambilan keputusan dari pada efisiensinya.
C. Komponen
Sistem Pendukung Keputusan
Secara
umum Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu
database Management, Model Base dan Software System/User Interface. Komponen
SPK tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
|
|
a. Database Management
Merupakan
subsistem data yang terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan
suatu sistem pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam
lingkungan. Untuk keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan
permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
b. Model Base
Merupakan
suatu model yang merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif
(model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan
keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif),
komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan
hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan
menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi
alternatif.
c. User Interfase / Pengelolaan Dialog
Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara
dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan
dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan
dalam bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan
keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem
Pendukung Keputusan.
D. Manfaat
Sistem Pendukung Keputusan
SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat
diambil dari SPK adalah :
1. SPK
memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi
pemakainya.
2. SPK
membantu pengambil keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah
yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
3. SPK
dapat menghasilkan solusi dengan lebih cepat serta hasilnya dapat
diandalkan.
4. Walaupun
suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh
pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan
dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif
pemecahan.
E.Contoh kasus dalam tipe-tipe proses pengambilan
keputusan
Dalam sepanjang hidupnya
manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan atau alternatif dan pengambilan
keputusan. Hal ini sejalan dengan teori real life choice,yang menyatakan dalam
kehidupan sehari-hari manusia melakukan atau membuat pilihan-pilihan di antara
sejumlah alternatif. Pilihan-pilihan tersebut biasanya berkaitan dengan
alternatif dalam penyelesaian masalah yakni upaya untuk menutup terjadinya
kesenjangan antara keadaan saat ini dan keadaan yang diinginkan. Begitu pula
dengan perusahaan. Perusahaan juga butuh mengambil keputusan-keputusan yang
nantinya akan mempengaruhi perusahaan itu ke depannya. Dan tentunya dalam
pengambilan keputusan, keputusan-keputusan tersebut harus dipikirkan secara
matang terlebih dahulu agar tidak merugikan perusahaan tersebut dan pihak-pihak
yang terkait.
Pengambilan keputusan secara
universal didefinisikan sebagai pemilihan diantara berbagai alternative.
Pengertian ini mencakup baik pembuatan pilihan maupun pemecahan masalah. Tipe
Pengambilan keputusan ( Decision making) : adalah tindakan manajemen dalam
pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Keputusan dibagi dalam 3 tipe :
1.Keputusan terprogram/keputusan terstruktur
yaitu keputusan yang berulang-
ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan
dilakukan terutama pada manjemen tingkat bawah.
Contoh : Manajer produksi dari
PT. XYZ selalu melakukan kegiatan rutin disetiap awal bulan, yaitu dengan
melakukan pembelian bahan baku untuk persediaan.
2.Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur
yaitu keputusan yang sebagian
dapat diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tidak
terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan
– perhitungan serta analisis yg terperinci.
Contoh : Pak Darwin adalah
seorang Menejer Keuangan pada PT. Arta. Pekerjaan pada devisi keuangan
mengharuskan Pak Darwin harus cermat dalam menginvestasikan serta mengolah
keuangan pada PT. Arta. Pada saat itu diharuskan penggantian mesin di pabrik
dan harus menghitungan dengan cermat sebelum melakukan investasi pada mesin
yang akan dibeli agar investasi yang dilakukan tidak merugikan perusahaan. Maka
Pak Darwin harus melakukan keputusan untuk menginvestasikan keuangan perushaan
secara cermat.
3.Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur
yaitu keputusan yang tidak terjadi
berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen
tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak
mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari
lingkungan luar. Contoh : Pak Andre adalah seorang Presiden Direktur PT.
Angkasa. Ia harus selalu bisa mengambil keputusan dengan cepat demi
kelangsungan perusahaannya. Pengambilan keputusan yang dia ambil berdasarkan
informasi pasar yang harus selalu ia dengan dan ketahui
. Contohnya adalah harga saham
yang selalu berubah. Dia harus bisa menyesuaikan keuangan perusahaan agar harga
saham perusahaan pada bursa efek bisa selalu stabil.
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem pendukung keputusan membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur yang
berbasis komputer yang membantu pembuatan keputusan berdasarakan masalah yang
ada dengan menggunakan beberapa tahapan pengambilan keputusan serta beberapa
metode. Sistem pendukung keputusan ini dapat meningkatkan efektifitas
pengambilan keputusan bukan efesiensi pengambilan keputusan. Dengan sistem
tersebut maka masalah-masalah yang bersifat tidak terstruktur ataupun semi
terstruktur dapat diselesaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Putra, Yananto Mihadi.
(2018). Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen: Sistem Pengambilan
Keputusan. FEB – Universitas Mercu Buana: Jakarta.
Giansister. 2017. https://giansister.wordpress.com/2017/10/16/pengertian-sistem-pengambil-keputusan-spk-beserta-contohnya/
Irnawati, Novi. 2017. http://www.academia.edu/31814517/Sistem_Pengambilan_Keputusan
Riadi, Muchlisin. 2013. https://www.kajianpustaka.com/2013/09/sistem-pendukung-keputusan-spk.html
Mahdafikiyah, Muhammad Averous.
2017. https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-sistem-pendukung-keputusan-atau-decision-support-system/15153/2

Komentar
Posting Komentar