PERDAGANGAN ELEKTRONIK (E-Comerce)
MAKALAH TENTANG E-COMMERCE
(PERDAGANGAN ELEKTRONIK)
DISUSUN OLEH :
Nama : Sigit Harjo Yudanto
Nim :
18103041029
Kelas : Teknik Informatika A1
TEKNIK
INFORMATIKA
UNIVERSITAS
WAHID HASYIM SEMARANG
2020
Kata Pengantar
Puji syukur tetap tercurah
limpahkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga
penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “E-Commerce (Perdagangan
Elektronik”. Tak lupa sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan
kepada nabi kita, Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan kepada kita agama
islam yang sempurna sebagai anugarah terbesar bagi seluruh umat manusia di
dunia ini.
Semakin pesatnya
perkembangan internet sekarang ini menciptakan hal-hal baru yang mempermudah
kegiatan manusia, salah satunya dalam hal perdagangan elektronik atau biasa
disebut “E-COMMERCE”. Penyusun ingin memberikan gambaran tentang apa dan
bagaimana “E-COMMERCE” itu, untuk itulah makalah ini sengaja dibuat agar
pembaca tidak awam lagi dengan istilah “E-COMMERCE”.
Demikian yang dapat penulis
sampaikan, semoga makalah ini dapat menjadi manfaat bagi para pembacanya.
Penulis juga mengharapkan kritik dan saran dari pembaca terhadap makalah ini
agar kedepannya dapat di perbaiki. Karena Penulis sadar, makalah ini masih
terdapat banyak kekurangannya.
Banjarmasin, 24 November
2020
Penulis
Sigit
Harjo Yudanto
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan internet menimbulkan terjadinya dunia baru yang
diucap dunia maya. Di dunia maya, tiap orang mempunyai hak serta keahlian untuk
berhubungan dengan orang lain tanpa batas apapun yang bisa menghalanginya.
Globalisasi yang sempurna sesungguhnya sudah berjalan di dunia maya yang menghubungkan
segala komunitas digital. Dari segala aspek kehidupan manusia yang terserang
akibat kedatangan internet, zona bisnis ialah zona yang sangat terkena akibat
dari pertumbuhan teknologi data dan telekomunikasi yang sangat cepat
berkembang.
Mobilitas manusia yang besar menuntut
dunia perdagangan sanggup menyediakan layanan jasa serta benda dengan segera
sesuai permintaan konsumen. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, saat ini
timbul transaksi yang memanfaatkan media internet untuk menghubungkan produsen
serta konsumen. Transaksi bisnis lewat internet lebih dikenal dengan nama e-business
serta e- commerce. Lewat e- commerce, segala manusia dimuka bumi
mempunyai peluang serta kesempatan yang sma buat bersaing serta sukses
berbisnis di dunia maya. Oleh sebab itu, kami akan berupaya membahas apa serta
bagaimana e- commerce
1.2 Rumusan Masalah
a.
Memahami pengertian dari e-commerce.
b.
Mengerti perkembangan e-commerce.
c.
Mengetahui manfaat e-commerce.
d.
Mengetahui manfaat e-commerce.
e.
Dapat mengetahui salah satu aplikasi dari e-commerce.
f.
Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai e-commerce.
1.3
Tujuan Penulisan Makalah
Laporan
ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas makalah mata kuliah Komputer dan
masyarakat. Kami berharap laporan ini juga dapat bermanfaat untuk menambah pengetahuan
tentang bagaimana dan seperti apakah e-commerce itu. Dengan adanya
makalah ini semoga dapat membantu pembaca untuk memahami hal-hal sebagai
berikut :
a. Apakah yang disebut
dengan e-commerce?
b. Bagaimana perkembangan
e-commerce?
c. Apa sajakah
contoh-contoh e-commerce?
d. Apa sajakah manfaat
e-commerce?
e. Apakah kelebihan dan
kekurangan e-commerce?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
E-Commerce
Perdagangan elektronik ataupun e-
dagang( bahasa inggris: Electronic commerce, serta e-commerce) ialah
penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran benda dan jasa melalui sistem
elektronik semacam internet ataupun televisi, www, maupun jaringan komputer
lainnya.
2.2
Sejarah
Perkembangan E-Commerce
Tahun 1962, Licklider melakukan
penelitian mengenai konsep networking. Pada tahun 1962 dari MIT dan
riset, Lawrence G. Robert juga melakukan penelitian mengenai internet yang
dilahirkan dari riset pemerintah AS yang pada awalnya hanya untuk kalangan
teknis dilembaga pemerintahan, ilmuan dan penelitian akademis.
Pada tahun 1970, muncul Electronic
Fund Transfer (EFT) yang aplikasinya saat itu terbatas hanya pada
perusahaan-perusahaan terkenal. Selanjutnya Electronic Data Interchange
(EDI) berkembang dari transaksi keuangan ke pemprosesan transaksi lain serta
jumlah perusahaan yang berperan bertambah.
Perkembangan teknologi yang
sangat pesat ada era 90-an, memunculan aplikasi e commerce dari berbagai
perusahaan sehingga terjadi komersialisasi internet dan pertumbuhan perusahaan
dot-coms, atau internet start-ups yang semakin menjamur.
Awalnya, perdagangan elektronik
merupakan aktivitas perdagangan yang hanya memanfaatkan transaksi komersial
saja, misalnya mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian secara
elektronik. Kemudian berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah
yang lebih tepat yaitu “perdagangan via web” (pembelian barang dan jasa melalui
world wide web). Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada
tahun 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah
sektor ekonomi baru sehingga pada era 1998-2000an, banyak bisnis di AS dan
eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Perkembangan e-commerce di
Indonesia sendiri telah ada sejak tahun 1996, dengan berdirinya Dyviacom
Intrabum atau D-net sebagai perintis transaksi online. Wahana transaksi berupa
mall online yang disebut D-mall ini telah menampung sekitar 33 toko online.
Produk yang dijual bermacam-macam, mulai dari makanan, aksesoris, pakaian, produk
perkantoran sampai furniture.
Selain itu, ada pula E-commerce
Indonesia yang merupakan tempat penjualan online berbasis internet yang
memiliki fasilitas lengkap seperti etalase toko (storefront) dan shopping cart
(keranjang belanja).
Ada juga Commerce Net Indonesia
sebagai commerce service Provider (CSP) pertama di Indonesia yang menawarkan
kemudahan dalam melakukan jual beli di internet. Indonesia sendiri telah
bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang membutuhkan e commerce, untuk melayani
konsumen seperti PT Telkom dan Bank Indonesia. Selain itu, ada pula tujuh situs
yang menjadi anggota Commerce Net Indonesia, seperti Plasa.com, Interactive
mall 2009, officeland, kompas cyber media, mizan online telecommunication mall dan
trikomsel.
Terlepas dari itu semua, ada
implikasi yang jelas terkait etika dalam e-commerce.Yang pertama adalah gelombang perkembangan
e-commerce sangat besar dalam beberapa tahun terakhir.
Kedua, etika dalam e-commerce harus
sangat diperhatikan melihat tinggi nya minat masyarakat untuk menggunakan dan
mengembangkan e-commerce tersebut. Perkembangan nya yang cepat harus dibarengi
dengan kemampuan perusahaan menjadikan e-commerce sebagai salah satu
alternatif.
2.3 Contoh-contoh
E-Commerce
a. Belanja Online
Membeli
dan menjual barang di internet adalah salah satu contoh paling populer, mencari
dan membeli produk dengan klik mouse. Contoh populer untuk tempat belanja secara online adalah
amazon.com, Shopee, lazada dll.
b.
Internet Banking
Sekarang ini sangat memungkinkan bagi kita
untuk melakukan keseluruhan transaksi perbankan tanpa harus beranjak dari kursi
rumah kita mengunjungi cabang bank terdekat. Keterhubungan antara website
dengan rekening bank, dan dengan kartu kredit merupakan pokok utama dalam e-commerce.
c.
Tiket Online
Tiket pesawat terbang, tiket film, tiket
kereta api, tiket pertunjukan musik, tiket pertandingan olahraga, tiket konser
musik, dan hampir semua jenis tiket dapat dipesan secara online. Membeli tiket
secara online menjadikan kita tidak harus capek mengantri di depan loket
penjualan tiket.
Hal inilah yang membuat e-commerce
menjadi alternatif baru dalam dunia bisnis. Terlepas dari itu semua e-commerce
menawarkan kemudahan tetapi tidak rentan dalam upaya kejahatan yang terjadi di
dunia maya.
2.4 Manfaat E-Commerce
Manfaat
dari digunakannya e-commerce ini adalah
dapat menekan biaya barang dan jasa, serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen
sepanjang yang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan
dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan harganya. Order cycle sebuah bisnis
yang tadinya memakan waktu 30 hari, waktunya bisa dipercepat yakni bisa 5 hari
saja.
Proses
yang cepat tentunya akan meningkatkan pendapatan, berbelanja atau
melakukan transaksi perdagangan di dunia maya.
Dengan e-commerce memungkinkan kita bertransaksi dengan cepat dan biaya yang
murah tanpa melalui proses yang berbelit-belit, dimana pihak pembeli cukup
mengakses internet ke website perusahaan yang megiklankan produknya di
internet, yang kemudian pihak pembeli cukup memelajari term of condition
(ketentuan-ketentuan yang diisyaratkan) pihak penjual.
Dalam
beberapa kasus yang terjadi di masyarakat, khususnya mereka yang memanfaatkan e
commerce sebagai jasa menawarkan produk di toko toko online. E-commerce sangar
membantu untuk memasarkan produk yang dimiliki. Sehingga pasar yang dituju bisa
menjadi lebih luas. Dalam artian, E-commerce adalah media bertemunya pedagang
atau produsen dengan pembeli secara langsung. Jadi praktik calo yang selama ini
terjadi dapat diminimalisir. Pembeli juga dimudahkan dalam berransaksi karena
system e-commerce dapat
memangkas jaringan distribusi antara produsen
dengan konsumen yang berarti harga barang dapat ditekan lebih murah.
Bagi penduduk di dunia ketiga, E-Commerce
memungkinkan orang untuk mendapatkan barang yang tidak didistrubusikan di
negara tersebut karena alasan tertentu. Seperti, kurangnya jaringan distribusi
di negara tersebut
2.5 Kelebihan dan
Kekurangan E-Commerce
1. Kelebihan E-Commerce bagi perusahaan
a. Lebih efisien waktu, sebab dengan adanya e-commerce
pemesanan barang dapat melalui telephone atau situs internet dan dapat diantar.
Pelanggan tidak perlu repot datang langsung ketoko untuk membeli barang.
b. dapat memperluas pasar hingga pada taraf
global/international
c. meningkatkan brand perusahaan
d. menyediakan pelayanan yang lebih baik ke pelanggan
e. mempercepat dan efisiensi proses bisnis
kelebihan
bagi pelanggan
a. memberi layanan 24 jam sehingga pelanggan dapat
mengakses kapan dan dimanapun
b. memberikan pilihan serta kecepatan dalam pengiriman
barang
c. pelanggan dapat memilih banyak barang yang di
inginkan
d. memberikan informasi lebih cepat
2. Kekurangan E-Commerce
Sementara kekurangan e-commerce dapat dilihat dari 2
sisi, yang pertama dari sisi tekhnis dan kemudian dari sisi non-tekhnis. Dari
sisi tekhnis, adalah masalah keamanan yang apabila lemah maka dapat mengganggu sistem
yang ada, sehingga praktek kejahatan dunia maya dapat terjadi dengan mudah. Kemudian
cepatnya perkembangan tekhnologi menyebabkan perangkat yang digunakan sangatlah
perlu untuk di-update secara berkesinambungan.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah integrasi
sistem yang digunakan. Semakin luas jaringan e-commerce tersebut maka sistem
yang berlaku akan semakin rumit. E-commerce sangat bergantung pada kuatnya
sistem integrasi internet yang ada sehingga jaringan internet adalah sebuah hal
mutlak.
Adapun dari
segi non tekhnis, masalah yang dihadapi juga tidak kalah banyak. Mahalnya pembuatan
atau pembangunan sistem e-commerce yang aman dan baik menjadi kendala perusahaan
yang masih berkembang. Dalam hal ini ada beberapa alternatif yang bisa di gunakan
seperti website, blog, atau jaringan ritel online seperti tokopedia, olx, atau bukalapak.
Tetapi segala hal yang gratis pasti memiliki kekurangan yang banyak.
Kemudian
masalah tingkat kepercayaan masyarakat banyak dipengaruhi oleh kredibilitas situs
atau laman resmi perusahaan tersebut. Jika dibandingkan dengan toko biasa, e commerce
menjadikan review pelanggan sebagai salah satu aspek pemasaran dan bahan evaluasi
dari jasa yang di tawarkan tersebut.
Dalam beberapa kasus, e-commerce menyajikan masalah
keamanan sebagai aspek pelayanan yang ditawarkan. Banyak dari e-commerce
khususnya di indonesia hanya mengandalkan situs yang gratis sehingga masalah
keamanan sangat mudah untuk di bobol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
BAB III
PENUTUP
e-commerce secara sederhana adalah
menjalankan bisnis secara elektrik. Dimana antara pelanggan dengan produsen
tidak perlu untuk melakukan tatap muka. Dalam perkembangan e commerce sendiri
sejak tahun 1980-an mengalami perkembangan yang sangat cepat dan massive.
Mengikuti perkembangan teknologi yang terjadi saat ini. Dalam dunia e-commerce keamanan
dan privasi sebuah perusahaan adalah hal pertama yang harus di perhatikan sehingga
bukan hanya produk yang diperbanyak tetapi juga keamanan jaringan dan atau sistem
perlu diperkuat.
Dalam dunia e-commerce review pelanggan
adalah aspek utama untuk meningkatkan kredibilitas sebuah perusahaan sehingga
itu mempengaruhi tingkat kepercayaan pelanggan terhadap e-commerce tersebut.
Di indonesia sendiri banyak perusahaan
digital menawarkan jasa e-commerce yang bahkan gratis untuk membantu perusahaan
mikro memasarkan barang yang di produksi. Tetapi, tingkat kejahatan di
e-commerce menjadi semakin tinggi karena rentan nya sistem yang digunakan. Hal
ini membuat pemerintah mengeluarkan UU ITE yang bertujuan melindungi pengguna
e-commerce dalam setiap kegiatan transaksionalnya.
Etika bisnis dalam e-commerce tidak
hanya terlepas dari aspek kepercayan, lajunya perkembangan teknologi di dunia
menjadikan e-commerce harus bisa menyesuaikan dengan pembaharuan jaringan
sistem yang berkala.
DAFTAR PUSTAKA
Kracher,
Beverly, and Cynthia L. Corritore. "Is There a Special E-Commerce
Ethics?"
Business Ethics Quarterly 14, no. 1 (2004): 71-94. http://www.jstor.org/stable/3857773
http//www.nurulfikri.ac.id/index.php/artikel/item/667-kelebihan-dan-kekurangan-e-commerce
diakses pada tanggal 24 desember 2020
Kadir, Abdul & Terra Ch Wahyuni; Pengenalan
Teknologi Informasi; Yogyakarta: Penerbit Andi; 2003.
Simarmata, Janner; Pengenalan Teknnologi Komputer dan
Informasi; Yogyakarta: Penerbit Andi; 2005;
Firdaus, Zakky. 2012. Sejarah
Perkembangan E-Commerce. http://research.amikom.ac.id.
Diakses pada tanggal 17 Desember 2016

Komentar
Posting Komentar